• Decrease font size
  • Reset font size to default
  • Increase font size

Login

Rubrik

Serba Serbi

Yang Sedang Online

We have 5 guests online
Home Berita Terkini Makna di Balik Kupatan atau Ketupat
Makna di Balik Kupatan atau Ketupat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 13 September 2010 10:15

Rasanya kurang lengkap jika hadirnya Hari Raya Idul Fitri tanpa adanya ketupat di hidangkan di meja sehabis Sholat Idul Fitri.

Asal Usul Ketupat :

Ketupat atau kupat:  adalah hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa (janur) yang masih muda. Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kupat)

Masyarakat Jawa mempercayai Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkan ketupat. Kata Ketupat atau kupatan berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai makna atau arti “Ngaku Lepat” yang berarti mengakui kesalahan. sehingga dengan adanya ketupat dan memakannya diharapkan sesama muslim mengakui kesalahan dan saling memaafkan.

Sunan Kalijaga membudayakan Hari Raya Setelah Ramadlon dengan dua kali Hari Raya yang biaa di sebut bhodho, yaitu lebaran pada umumnya dan bhodho kupat atau kupatan. bhodho sendiri diambil dari bahasa Arab Ba’da yang artinya sudah. Bodho kupat sendiri di mulai seminggu sesudah lebaran. yang biasanya pada waktu itu masyarakat jawa khusunya mlai sibuk membuat atau menganyam selongsong untuk kupat. dan yang sudah dimasak dihantarkan ke kerabat ataupun tetangga. di sebagian wilayah dijawa khususnya jawa tengah bhodho kupat atau kupatan diawali dengan kondangan semingu setelah lebaran. kondangan dapat diartikan berkumpul bersama suatu golongan masyarakat semisal warga satu desa atau satu RT untuk melakukan syukuran.

Konon tradisi kupatan ini menyebar hingga ke luar jawa yang dibawa oleh orang-orang jawa yng merantau ke sana.

Makna di balik Ketupat

Banyak sekali makna filosofis yang terkandung di dalam sebuah ketupat. dari mulai bungkus yng dibuat menggunakan janur kuning atau daun kelapa yang masih muda yang melambnagkan sebagai penolak bala (penolak musibah). janur sendiri berarti cahaya surga (Jannah=Surga; Nur:Cahaya). juga dapat diartikan nur (cahaya) yang melambangkan kondisi manusia dalam keadaan suci setelah sebulan penuh mendapatkan pencerahan pada bulan Ramadhan. jadi, makna dari kupatn adalah kesucian lahir dan bathin yang dimanifestasikan dalam tujuan hidup yang esensial.

Sedangkan bentuk segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat, lima pancer”, yang bermakna kemanapun manusia menuju pasti selalu kembali kepada Allah SWT. Bentuknya yang persegi epat juga dapat dimaknakan senagai empat macam nafsu manusia yaitu amarah (emosional), aluamah (nafsu untuk memuaskan rasa lapar), supiah (safsu untuk memiliki yang indah-indah) dan mutmainah (nafsu untuk memaksa diri). keempat nafsu tersebut yang ditakhlukkan selama puasa. sehingga dengan memakan ketupat seseorang dianggap sudah mampu menakhlukaan keempat nafsu tersebut.

Dilihat dari bentuk anyaman ketupat yang rumit mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. sedangkan warna putih ketika dibelah mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah sebulan berpuasa dan memohon ampun atas kesalahan yang diperbuat. beras sebagai isi dari ketupat mempunyai makna atau melambangkan kemakmuran setelah hari raya.

diambil dari http://hanyafarid.web.id

 

Comments 

 
0 # Ghufron 2010-11-14 13:04
Pak tolong website nya sering diupdate agar siswa tau kabar terkini tentang smk ganesha tama Misal berupa Pengumuman dll --Terima kasih--
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Polling

Perlukah di SMK Ganesha Tama dibuat suatu media pembelajaran Online
 

Staff Online

Farid        | Telp.(0276) 321579 (office)
Ristan      | Fax. (0276) 321578 (office)
Masanto   
Staff BKK
Email:
smkgtbi@yahoo.co.id
(office)
switjitro@yahoo.co.id